Rabu, 11 Maret 2009

Karena Dia Pegawai........

Banyak orang begitu gembira ketika mendapatkan pekerjaan dan diterima sebagai pegawai, tetapi banyak yang tidak menyadari betapa banyak yang mereka harus korbankan untuk status barunya tersebut.

Tahukah anda siapa yang lebih beruntung? Bisa dipastikan dari semua kontrak kepegawaian, perusahaan yang lebiha beruntung. Berapapun digaji, bias dipastikan kontribusi anda lebih besar, karena kalau gaji tidak sebanding dengan kontribusi, sudah dipastikan anda akan kena PHK, cepat atau lambat.

Kalaupun anda terpaksa “sementara waktu” jadi pegawai, pastikan anda mendapat kontrak kerja yang terbaik.

Ketika kontrak kerja ditandatangani, maka anda baru saja menyerahkan sebagian waktu dan kebebasan kepada perusahaan, lembaga atau orang lain, dan secara langsung atau tidak langsung baru saja menyetujui untuk memberikan potensi yang anda miliki untuk mereka.

Jika anda sadari, sebenarnya begitu banyak yang dikorbankan ketika terikat kerja, karena itu pastikanlah bahwa anda bias mengambil sebanyak banyaknya nilai lebih dari pekerjaan anda (dalam artian positif), dan niatkan dalam hati bahwa menjadi pegawai hanyalah batu loncatan sementara sebelum anda menemukan sumber penghasilan yang menjanjikan kebebasan financial dan kebebasan waktu.

Penyusun pernah bertemu seorang siswa yang sangat cerdas, bahkan ketika lukus SMA, nilai untuk matematika 10 tanpa salah. Di Indonesia yang mempunyai penduduk lebih dari dua ratus juta orang, orang seperti dia bisa dihitung dengan jari, beberapa tahun setelah lulus kuliah, penyusun bertemu orang tersebut, dan ia masih hidup sederhana, pergi kemana – mana dengan kenderaan umum, dan tidak terlihat sebagai orang special. Kenapa? Karena ia menyerahkan potensi yang ada pada dirinya untuk memajukan perusahaan bukan dirinya sendiri, karena dia pegawai.

Contoh lainnya seorang yang punya skill kepemimpinan yang sangat tinggi, sejak SD, ia selalu jadi ketua kelas, di SMP dan SMA menjadi ketua OSIS, di kuliah menjadi ketua senat. Tapi selesai kuliah hibupnya biasa saja tidak sespesifik kemampuannya.ternyata ia juga menyerahkan kehebatannya memimpin untuk membesarkan tempat ia bekerja, bukan untuk dirinya, ia hanya menjadi pegawai.

Jika anda perhatikan sejarah orang – orang sukses yang pernah menjadi pegawai, sebagian besar mereka menjadikan status tersebut sebagai ajang pembelajaran, batu loncatan, sebelum mereka siap mandiri. Bagaimana dengan Anda?

0 komentar:

Posting Komentar

Iklankan Produk Anda Disini

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution